Blog.AnakDepok

Karena Anak Depok Juga Punya Banyak Cerita

Dua Sisi Kehadiran Fintech Bagi Perbankan

Fintech Jadi Ancaman Sekaligus Peluang Bagi Bank

Era digital semakin melekat dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Pasalnya hal itu bisa dilihat dari banyaknya pertumbuhan fintech di Indonesia sendiri. Seperti kehadiran perusahaan yang menawarkan pinjaman tanpa perlu menggunakan kartu kredit yang selama ini masih jadi primadona dikalangan masyarakat. Namun, dengan kehadiran perusahaan startup berbasis Fintech ini, masyarakat dimudahkan untuk melakukan pinjaman.

Dua Sisi Kehadiran Fintech Bagi Perbankan
Fintech Bagi Perbankan

Hanya bermodalkan dokumen yang tidak terlalu banyak, peminjam sudah bisa mendapatkan pinjaman sesuai yang diingikan. Semakin tinggi biaya pinjaman yang dibutuhkan, semakin banyak dokumen yang dibutuhkan. Dan customer tidak perlu lagi menggunakan kartu lagi, semuanya sudah ada didalam genggaman. Mengenai data nasabah benar-benar disimpan dengan baik didalam sistem yang telah dibuat, sehingga kita sebagai peminjam pun tidak perlu takut akun kita ataupun data diri kita digunakan untuk hal yang tidak diingikan. Kemudian kemudahan lain bukan hanya pada saat pengajuan pinjaman saja. Peminjam pun bisa menikmati beragam promo yang ditawarkan. Mulai dari travelling, makan, memenuhi kebutuhan yang sifatnya urgent pun telah tersedia yang notabennya menjadi kebutuhan kaum milenial saat ini. Sehingga banyaknya nasabah dari industri jasa keuangan berpindah kepada perusahaan berbasis fintech ini.

Fintech Jadi Ancaman Sekaligus Peluang Bagi Bank
Fintech Jadi Ancaman Sekaligus Peluang Bagi Bank

Kehadiran fintech ini pun membuka lowongan pekerjaan yang cukup banyak dan istilah baru yang selama belum pernah ada diantaranya UX Design, Back end developer dll. Dan sayangnya belum banyak universitas yang mempunyai program pendidikan yang dibutuhkan oleh perusahaan startup.

 

Ancaman Fintech bagi perbankan ialah kurangnya sumber daya manusia yang mengerti tentang hal ini, sehingga mereka lamban dalam bertarung dengan para startup. Di samping sumber daya manusianya, perbankan sendiri harus mengikuti regulasi yang ada di Indonesia yang diawasi oleh OJK. Sehingga industri jasa keuangan ini tidak bisa sembarangan mengeluarkan produk baru dan model bisnis baru.

 

Kehadiran Fintech menjadi ancaman sekaligus peluang bagi perbankan, dikarenakan perbankan sudah memiliki databse nasabah yang cukup potensial sehingga mereka pun dengan mudah mengikuti alur yang terjadi pada saat ini. Dibanding dengan startup yang baru tumbuh, mereka harus melakukan pemasaran extra untuk menjaring nasabah baru.

 

Peluang lain bagi perbankan ialah mereka dapat memangkas biaya operasional hingga 30-40 persen. Hal ini justru mengurangi beban biaya mereka yang selama ini berjalan. Mulai dari pencetakan kartu (kredit atau debit), banyaknya cabang pembantu yang tersebar, mesin ATM, dan masih banyak beban operasional yang selama ini berjalan. Dengan adanya kemajuan tekhnologi, industri keuangan dapat mengalokasikan dananya disektor lain untuk mendukung model bisnis baru yang akan dibuat.

 

Ada beberapa bank yang berhasil membuat model bisnis baru. Diantaranya Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yang mengeluarkan produk “Digital Banking”. Selama ini bank tersebut hanya bermain dipangsa pasar menengah kebawah. Tapi setelah kehadiran fintech di Indonesia, bank tersebut langsung bergerak cepat untuk ikut berkompetisi dengan para perusahaan financial technologi.

 

Selain BTPN, ada Bank DBS yang mengikuti perubahan, Dengan mengeluarkan produk yang bernama “Digibank”. Metodenya pun sedikit sama, mereka sama-sama mengusung kemudahan yang selama ini terlihat sulit pada industri jasa keuangan. Dimana ketika nasabah ingin melakukan pinjaman atau bertransaksi yang hanya bisa dilakukan di cabang bank tersebut. Sekarang, mereka tidak perlu lagi datang untuk bertransaksi seperti itu, langkah yang dibuat pun jauh lebih mudah dari yang dahulu.

 

Dengan adanya fintech di Indonesia, industri jasa keuangan pun dapat mengambil peluang yang ada. Sehingga bisa bersaing sekaligus memajukan perekonomian yang ada di Indonesia.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *